B O N G A S D U A - HOME

HUNIAN NYAMAN....IDAMAN KELUARGA

Rabu, 11 Juni 2008

Organ2 dalam.

SUDAH KENALKAH ANDA DNG ORGAN2 PENTING DALAM TUBUH
A. Hati
Hati merupakan organ besar dan memiliki beberapa fungsi. Hati menyerap oksigen dan nutrisi dari darah, mengatur glukosa darah, serta mengatur kadar asam amino.......

Hati membantu menghancurkan racun yang masuk ke dalam darah. Organ ini juga memproduksi protein penting seperti albumin dan faktor-faktor pembeku (pengental) darah. Di samping itu, organ ini juga memproduksi empedu yang mampu menghancurkan produk buangan dan membantu proses penghancuran lemak di dalam usus kecil.

Hati adalah kelenjar tambahan dari saluran cerna, tetapi fungsinya berbeda dan tidak berhubungan dengan pencernaan. Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh dengan berat sekitar 1.500 gram pada orang dewasa. Hati terletak di kuadran kanan atas dari rongga abdomen dengan permukaan atasnya membulat seperti kubah diafragma.

Hati memiliki peranan utama dalam metabolisme dari nutrien. Hati mendapatkan darah ganda, yakni darah kaya oksigen yang berasal dari sirkulasi umum melalui arteria hepatica (jumlahnya sekitar 25%) dan darah miskin oksigen yang berasal dari saluran cerna melalui venaporta (jumlahnya sekitar 75%). Darah yang berasal dari kedua sumber ini bercampur dalam sinusoidhati, yang bahan terlarutnya dapat langsung berhubungan dengan sel-sel hati. Darah yang keluar dari organ dibawa melalui vena hepatica ke vena cava inferior. Hati yang terdapat di antara saluran cerna dan sirkulasi umum menampung nutrien yang diserap dan memecahkannya menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dan dilepaskan ke dalam sirkulasi umum agar dapat disebarkan ke jaringan dan organ lain di dalam tubuh.
Hati juga mengendalikan metabolisme umum pada tubuh dengan menimbun karbohidrat dalam bentuk glikogen dan jika dibutuhkan membebaskan glukosa untuk mempertahankan konsentrasi normal sumber energi penting di dalam darah. Di samping itu, hati juga mengambil obat dan zat-zat berbahaya lainnya yang diabsorpsi oleh usus dan memecahkannya dengan membentuk konjugat yang tidak berbahaya, kemudian mengekskresi kembali ke dalam usus melalui empedu.

B. Jantung

Jantung adalah bagian sistem vaskular yang berotot dan berkontraksi secara ritmik untuk memberikan daya gerak bagi sirkulasi udara. Panjang jantung sekitar 12 cm, lebar 9 cm, dan diameter antewposterior-nya 6 cm. Jantung merupakan pusat tubuh manusia dan pengendali seluruh tindakan manusia yang bertanggung jawab kepada beberapa anggota tubuh dan menghubungkan setiap fungsi organ in­ternal.
Jantung adalah pusat dari jiwa, termasuk kondisi men­tal, kesadaran, dan pikiran. Jantung merupakan pusat utama dari lima organ dalam dan enam isi perut (kandung kemih, usus besar, lambung, usus halus, selaput jantung, titik tri pemanas, dan tempat bermukim jiwa). Ketika terjadi gangguan pada jantung, seluruh aktivitas yang berhubungan dengan jantung akan mengalami gangguan. Biasanya akan muncul gangguan insomnia, banyak mimpi, pelupa, bahkan kebingungan mental (terlihat dari ucapan dan pikiran yang tidak konsisten).
Jantung merupakan pusat sirkulasi darah. Jika jantung dalam kondisi baik, raut wajah seseorang akan bersinar, memerah, serta memancarkan jiwa yang sehat. Sebaliknya, ketika jantung sedang mengalami gangguan, raut wajah akan tampak pucat dan memancarkan jiwa yang kurang sehat.
Lidah merupakan alat penghubung atau perpanjangan jantung. Masyarakat Cina kuno percaya bahwa jantung bisa memancarkan energinya ke lidah. Saat jantung sedang selaras, lidah akan mampu membedakan rasa. Lidah juga merupakan rongga eksternal jantung. Dengan demikian, untuk mendeteksi gangguan jantung bisa dilihat dari kondisi lidah. Misalnya, ketika jantung sedang mengalami defisiensi darah, lidah tampak pucat atau ketika jantung mengalami gangguan pembekuan darah, lidah mengalami sariawan.

C. Limpa
Limpa adalah salah satu organ tubuh atau kelenjar limfa yang besar dan bertugas mengatur metabolisme zat besi, menyimpan sel-sel darah, serta membuat dan menghancur-kan sel-sel darah. Jika sel darah merah menua atau cacat, limpa membantu hati menyaring dan mengeluarkannya dari aliran darah. Limpa juga memproduksi sel-sel pembantu untuk menghancurkan bakteri asing.
Sistem limfa meliputi kelenjar-kelenjar limfa yang terdapat di leher, ketiak, lipat paha, dan limfatik (pembuluh halus penghubung kelenjar limfa). Kelenjar limfa mempro­duksi limfosit, sejenis sel darah putih dan antibodi yang melindungi tubuh dari infeksi. Kelenjar limfa dan limpa menjadi penghalang penyebaran infeksi dengan mengurung setiap mikroba pembawa infeksi agar tidak menyerang organ-organ penting. Jika tubuh terkena infeksi, kelenjar limfa yang letaknya dekat dengan permukaan kulit biasanya membengkak dan kadang-kadang terasa sakit.
Sistem limpa juga bertanggung jawab membawa sari makanan dan oksigen dari sel darah ke seluruh tubuh.

D. Paru-paru
Paru2 terletak di belakang rongga toraks dan memiliki tenggorokan sbg pintu dan Hidung sebagai pembuka. Paru-paru bertugas memompa udara saat bernapas. Jika paru-paru gagal dalam mengendalikan energi pernapasan, akan terjadi gangguan sakit batuk, asma, atau kesulitan bernapas. Makanan yang melewati lambung dan limpa dari paru-paru akan didistribusikan ke seluruh tubuh. Tika paru-paru gagal mendistribusikan makanan dengan baik, timbul gejala kelelahan, badan lemah, napas pendek, malas untuk berbicara, dan keringat berlebihan. Semua ini merupakan gejala dari sindrom yang disebut defisiensi energi dari paru-paru.
Paru-paru hams mampu mengembang sehingga udara bisa masuk dari hidung dan mulut dengan mudah. Jika paru-paru gagal untuk mengembang, bisa terjadi sesak pada dada, batuk, atau asma. Paru-paru harus mampu mendorong energi ke bawah dan jika gagal bisa mengakibatkan batuk, asma, dan susah buang air kecil.

Paru-paru juga bertugas membuka dan mengatur aliran air di dalam tubuh. Pada kondisi normal, paru-paru dapat mengirim cairan turun ke ginjal yang melewati kandung kemih untuk ekskresi. Paru-paru dan jantung terletak di atas diafragma. Paru-paru mengatur energi dan jantung mengatur peredaran darah. Ketika energi mengalir, darah akan disirkulasi. Jika terjadi kesesakan energi, sirkulasi darah akan terganggu. Saat paru-paru mengatur energi, organ limpa juga menghasilkan energi. Karenanya, jika paru-paru terganggu, pengobatannya juga melalui limpa. Paru-paru dan usus besar membentuk hubungan sinergis satu dengan lainnya. Jika terjadi serangan batuk atau asma karena panas di paru-paru bisa ditangani dengan menenangkan usus besar.

E. Ginjal

Pada dasarnya tubuh manusia sebagian besar terdiri dari cairan. Kekurangan atau kelebihan cairan akan mengakibat-kan gangguan keseimbangan cairan. Ginjal sangat berperan dalam mengatur keseimbangan kebutuhan air, memper-tahankan cairan tubuh, dan mengatur pembuangan sisa metabolisme. Di samping fungsi utamanya menjaga keseimbangan cairan tubuh, ginjal juga berfungsi menyesuaikan kebutuhan kadar garam dan tingkat keasaman normal di dalam tubuh. Ginjal juga merupakan organ pengendali fungsi jantung. Jika ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kerja jantung pun tidak akan opti­mal, sehingga hati yang berfungsi menghidupkan jantung juga akan terganggu.
Ketika tubuh mengalami gangguan keseimbangan, ginjal berperan dalam menjalankan fungsinya. Dalam hal ini ginjal akan menguraikan air lebih banyak, garam, dan ion-ion hidrogen. Ginjal juga berfungsi menyaring dan mengatur pengeluaran air seni. Kasus yang sering ditemui dan biasa menyerang ginjal adalah terjadinya peradangan atau gangguan nefritis. Gangguan ini sering disertai dengan gejala kedinginan, demam, sakit kepala, sakit punggung, dan bengkak di bagian muka (biasanya di sekitar kelopak mata), mual dan muntah-muntah. Gejala lainnya adalah susah buang air kecil atau air kencing keruh, bahkan berdarah. Serangan penyakit ginjal yang lebih parah (gagal ginjal) jika tidak dilakukan pengobatan dengan benar akan mengakibatkan kematian.
Hasil pengkristalan air seni di ginjal atau pelvis ginjal akan berdampak ginjal mengalami gumpalan. Gumpalan batu ginjal yang terbentuk akan menyumbat aliran air seni yang keluar. Lama-kelamaan gumpalan batu ginjal semakin membesar dan akan menimbulkan rasa nyeri dan bisa mengakibatkan infeksi atau peradangan, perdarahan, sakit saat buang air kecil, dan kencing tidak lancar. Batu kecil yang menyumbat itu tidak hanya membuat organ ginjal meng­alami kesakitan, tetapi juga sekujur tubuh ikut menahan rasa nyeri yang sangat jika tidak segera diobati. Gumpalan kecil tersebut cenderung mengalir menuju kandung kemih melalui ureter, biasanya diikuti rasa sakit bagi penderitanya. Terjadinya infeksi atau tidak teraturnya buang air kecil juga bisa mempengaruhi pembentukan batu ginjal.

=============================================organtubuh======

class="MsoNormal">


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda